Stop being an absurd and naive in this life

Saat memulai hubungan bisnis, aku selalu meletakkan kepercayaan bahwa aku dan dia sedang memulai sesuatu yang baik dan mulai dari bagaimana mengoptimalkan sumber daya yang ada dengan minimal resource.

Berharap bahwa ada jalan untuk saling memahami dan mendukung dalam satu ekosistem, antara pemilik sumber daya dan pengelola sumber daya.

Dari permenungan selama beberapa minggu ini, ternyata bahwa kita tidak bisa bersikap naif, karena selalu pada akhirnya kita yang berada pada posisi sulit. Pernah bertemu dengan orang yang membutuhkan jasa pembuatan web, dengan meminta fitur yang berubah, bertambah dan berganti dengan alasan desain belum sesuai, padahal di awal beliaunya sudah approve desain. permintaan penambahan fitur dalam hitungan hari. Setelah berbulan-bulan aku berusaha sabar mengikuti alur beliau akhirnya terbuka satu persatu bagaimana beliau menggunakan kesabaranku untuk mengeruk keuntungan dari clientnya. Dan pada akhirnya aku balik memberikan harga premium untuk layananku karena sikap beliau dalam mengelola pesanan.

Di saat sekarang, kayanya lebih baik aku mulai memikirkan untuk bisnis berdasarkan kaki sendiri, bukan untuk orang lain. Sore tadi asik berdiskusi dengan Mike yang ternyata kami memiliki ide yang sama, biarlah aku memulai semua dari yang kecil dan gampang untuk dikerjakn.

Mungkin satu catatan kecil yang pelan-pelan akan aku share ke anak-anak adalah, daripada membuang waktu, usia, dan kesempatan dengan membantu usaha orang lain menjadi besar, lebih baik fokus berkembang secara individu untuk dapat mengembangkan usaha kita sendiri.

error: Alert: Content selection is disabled!!