Me and Thinkpad

Pengembaraan mencari tool kerja

Dengan beragam device dan kombinasi perangkat yang ada, aku berusaha menemukan alat kerja yang memiliki portabilitas tinggi, mudah digunakan, dan kalau bisa 1 perangkat untuk semua pekerjaan.

Berbulan-bulan aku puas menggunakan Thinkpad T470s dengan RAM dan SSD yang udah aku upgrade mentok, dengan spesifikasi Intel Core i5 generasi ke 7, RAM 20GB dan SSD 512GB sebenarnya sudah sangat cukup untuk pekerjaan pembuatan web maupun sedikit kulik aplikasi android.


Evolusi Thinkpad T470s

Thinkpad T470s aku beli dengan harga 3,8jt dengan spesifikasi dasar banget, yaitu RAM 8 GB dan SSD 128GB. Uang tersebut merupakan hasil penjualan laptop macbook air tahun 2013. Aku sisihkan sebagian fee pembuatan web ticketing untuk upgrade RAM dan SSD, karena T470s hanya memiliki 1 slot RAM DDR4 dan mentok di speed 2400 (karena RAM tanemnya memiliki speed clock 2400MHz) aku memutuskan membeli 1 keping RAM dengan kapasitas 16GB untuk menggantikan 1 keping RAM 4GB yang terpasang di slot serta SSD NVME dengan kapasitas 512GB untuk menggantikan SSD M.2 Sata 128GB bawaan T479

Dengan spesifikasi mentok tersebut, T470s nyaris tidak pernah crash atau lag. Built Quality cukup bagus karena T470s memang laptop yang pernah mahal. Namun ada satu kemampuan yang belum tersemat di Thinkpad seri ini, yaitu capacitive stylus dan kemampuan menjadi tablet seperti pada Thinkpad seri Yoga. Jadi pelan-pelan laptop ini aku iklankan di Facebook sambil lirak lirik di marketplace mau ganti laptop apa.


Thinkpad Yoga L380

Entah keberuntungan macam apa, di hari Thinkpad T470s fully upgradeku laku di angka 5,3jt, aku menanyakan stok laptop di salah satu toko laptop second langgananku, waktu itu aku tanya X270 yang dia iklankan. Dan seller malah menawarkan Thinkpad Yoga L380. Dengan spesifikasi Intel Core i5 generasi 8, RAM 8 GB, SSD 128GB, Resolusi layar fullHD dengan stylus bawaan masih ada,

Awalnya aku berpikir harganya akan diatas 5jt, sementara uang hasil penjualan T470s hanya 5.3jt, namun setelah seller memberitahukan bahwa harganya 4.5jt, aku lalu tertarik untuk membelinya. Mulai deh fase bongkar-bongkar upgrade dimulai. Aku membeli RAM DDR4 8GB dengan harga 375rb dan SSD NVME 512GB dengan harga 680rb. Berbekal obeng plus dan alat congkel aku upgrade secara mandiri. Akhirnya nilai beli dari Lenovo Thinkpad Yoga L380ku menjadi Rp. 4.500.000 + Rp. 375.000 + Rp. 685.000 = 5.560.000 dengan nombok 260rb aku memiliki all in one tool

My SwissKnife Device

Improvement

  • Dengan Upgrade Processor menggunakan Intel Core i5 generasi 8, maka laptop ini secara resmi bisa diupgrade ke Windows 11 yang secara interface memiliki banyak pengembangan
  • Jumlah Core processor dari 2 core dan 4 thread menjadi 4 core dan 8 core sehingga proses menjadi lebih smooth
  • Penambahan fitur touchscreen, stylus, dan mode tablet membuat device ini tidak hanya berfungsi sebagai laptop, tetapi juga sebagai tablet gambar

Downgrade

  • Dilihat dari serinya, seri L sebenarnya merupakan entry level dari seri Thinkpad. Namun buat aku ya nggak papa karena kenaikan spesifikasi, penambahan fitur dan pengiritan bawaan
  • Penurunan kapasitas RAM dari 20GB menjadi 16GB. Namun ini hanya sementara, karena setelah aku bisa mencairkan fee project, aku akan upgrade RAMnya menjadi 32 dengan SSD 1TB.

Penggunaan L380

Dengan spesifikasi saat ini, aku bisa menjalankan semua tool yang aku butuhkan untuk pekerjaan, diluar pekerjaan, aku menggunakan laptop ini untuk nonton youtube dan berselancar mencari ide baru untuk website

Untuk penggunaan harian, aku sesekali menggunakan sketchbook sebagai alat untuk mendesain logo atau mencari ide-ide baru, hanya saja menggunakan L380 sebagai tablet gambar masih memerlukan banyak penyesuaian.

Enaknya L380

L380 sudah menggunakan port USB C sebagai port charging, dan dilengkapi dengan port thunderbolt 3, sehingga aku cukup menggunakan 1 adaptor 100W GAN sebagai all in one charger saat mobile. Dan saat aku berada di rumah, aku cukup mencolokkan 2 usb C sebagai penghubung dengan catu daya dan port replicator. untuk Port replicator aku membeli USB C hub dengan output HDMI dan 2 port USB 3 merk ORICO dengan harga 129rb yang aku beli dari tokopedia. Port replicator ini menghubungkan laptop dengan monitor external, mouse wireless, dan printer. Charger bawaan laptop secara permanen aku simpan dibawah meja sebagai charger saat laptop dipakai dirumah, untuk mobile aku menggunakan Baseus 100W dengan 4 port untuk charging laptop, handphone, dan MIFI.

error: Alert: Content selection is disabled!!