Marketing in practice

BrandMindset for leader

Jika saya mengucap “smiling general” sekilas di pikiran saya dan mungkin sebagian dari anda akan terbayang wajah pak harto, atau mungkin yang sering tertulis di belakang bak truk, kalimat “enak jamanku”.

sayangnya, saat ini hampir di segala lini. ingatan santun berubah menjadi hinaan dan cercaan. sebutan cebong dan kampret, sampai ke julukan yang menurut saya, bukan hanya kurang santun, tapi juga kurang beretika. Yang tak segan berisi umpatan dan makian.

Ingatlah, berdiri di kubu manapun anda, makian dan hujatan serta kalimat kasar, bukan hanya menghancurkan imaji orang lain terhadap siapapun yang kalian dukung, jika cebong sibuk menghujat dengan kata kasar, maka seperti itulah citra tokoh yang didukung, demikianpun para kampret.

Sayangnya saat ini etika dan sopan santun di dunia maya benar-benar memiliki aturannya sendiri. saling memaki dan menghujat menjadi semakin seru. Jika hujatan dibalas hujatan, apa bedanya antara kampret dan cebong ?

BrandMindset adalah apa yang diingat orang terhadap kita, jujur saja, saya paling kesel liat marketing yang saat menawarkan produk yang dijual dengan menjelek-jelekkan produk lain. Karena akan lebih baik kita melihat kekurang produk kita, dan menyempurnakan produk yang kita buat, daripada sibuk mencari kelemahan produk pesaing kita.

Sadarkah, jika kita sibuk mengungkit menampilkan berita jahat, kita hanya akan mengadu domba antar saudara. Pada dasarnya pemilu itu mencari kebaikan, bukan berbagi kebencian.

Bangunlah citra tokoh dukungan kalian dengan informasi baik, jika menuding kekurangan orang lain, tunjukkan cara untuk memperbaiki kekurangannya.
Bangun citra positif bukan hanya dari latar belakang diri mereka, tapi juga dari rencana ke depan mereka untuk bangsa ini dengan realistis, bukan retorika program yang tidak masuk akal.

Bangsa ini memerlukan perbaikan dari sisi pelaksanaan tata pemerintahan dan bertatanegara. Bangsa ini memerlukan pemimpin yang secara bijak mampu bersikap adil kepada siapapun.

So bagi saya sih, branding itu bukan hanya apa yang ada di kemasan, tapi apa yang ada di isi, apa yang ada dalam tindakan dan ucapan mereka. Dibelantara keberagaman bangsa, hendaknya para calon pemimpin ini bisa bersikap bijak, dengan misi saling mengisi dengan janji yang masuk akal dan baik, serta mengurangi sikap saling menhancurkan citra satu sama lain, ingatlah, kalian ibarat cermin dan dua mata uang, yang akan menjadi cerminan serta panutan bangsa ini untuk berlaku, berpikir dan bersilaturahmi satu dengan yang lain.

Jaga citra bangsa ini sebagai bangsa yang santun, ramah dan tahu bagaimana bertatakrama.

#salamsatuindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *