Digital Alliance Meca Air

Setelah kerasan pakai Meca 5, lama-lama pengen mengurangi lalu lalang kabel yang mengganggu di meja kerja, aku nyari-nyari keyboard wireless yang cukup andal, dari review di youtube, aku memutuskan untuk mencoba DA Meca Air karena harganya cukup terjangkau dan lokasi penjualnya tidak terlalu jauh dari rumah.

Meca Air ini memiliki 68 tombol dan cukup ringkas, aku sengaja memakai red switch agar lebih tenang, karena sebelumnya menggunakan blue switch, suara tombolnya cukup ribut dan mengganggu jika harus mengetik tengah malam. Ternyata mengganti keyboard juga butuh perjuangan.

Perjuangan pertama

Saat aku beli pertama kali, aku mendapat produk cacat yang lolos QC pabrikan, keyboard sering freeze dan mode kabel tidak berjalan sebagaimana mestinya. Aku sempat menghubungi pihak Digital Alliance lewat whatsapp yang dicantumkan di akun IG mereka dan sama sekali tidak ada respons. Iseng-iseng aku kontak toko tempat aku beli keyboard ini, dan responsnya jauh lebih baik daripada pemilik produk. Dengan sigap Starcomp memeriksa kondisi keyboard dan mereplace dengan unit baru.

Perjuangan kedua

Keycap hitam polos ternyata kurang menarik, akhirnya aku beli keycap second copotan vortex VX5 seharga 50.000 dan menggabungkannya dengan keycap bawaan meca air, syukurlah tampilannya jadi fresh dan tidak membosankan.

Entah kenapa koneksi dengan laptop yang aku pakai agak susah, beberapa kali tidak terdeteksi, tidak mau konek, namun dengan kesabaran hati dan segelas kopi, akhirnya bisa konek dan berfungsi dengan normal. Di keyboard kedua ini, ada satu channel bluetoothnya (tombol Fn + Z) tidak berfungsi, tapi aku udah males ngurusinnya, entar aja nunggu rejeki lebih baik aku cari keyboard lebih baik dan coba modifikasi

Impresi menggunakan meca air red switch ini cukup baik dan di koneksi bluetoothnya nyaris nggak ada delay untuk mengetik dan web editing. Untuk gaming aku belum coba dan mungkin masih agak lama, karena lagi di fase males bersentuhan dengan game. Selain QC yang menurutku agak kurang bagus, ada satu lagi karakter keyboard ini yang membuat orang harus melakukan penyesuaian saat bekerja, setelah agak lama standby, biasanya keyboard ini seperti “terputus” koneksinya dengan laptop, hingga membutuhkan sedikit waktu untuk konek, saya selalu coba biasanyak tekan spacebar untuk merefresh koneksi setelah agak lama standby. kelemahan lainnya adalah baterai keyboard ini cukup boros, aku jadi berpikir untuk membongkar dan memeriksa apakah kapasitas baterai bisa ditingkatkan. hal lain yang harus diimprove adalah ketersediaan aplikasi untuk mengatur keyboard ini dari windows.

Di harga 500ribuan, keyboard ini cukup layak pakai, karena seingatku, saat aku beli meca 5 harganya juga segituan. Semoga aja seawet meca 5 yang akhirnya aku jual untuk tambah-tambah beli meca air ini.

Sebenernya ada satu lagi keyboard yang rutin aku pakai, yaitu logitech K380, habis ini aku coba share pengalamanku menggunakan K380 ya