Work From Home dan dilema terbesar

Dulu, saya pernah bermimpi untuk bisa mengerjakan dan mengendalikan seluruh proses pekerjaan dari rumah, bisa menghabiskan waktu dengan membuat segala pernik remeh yang ada dirumah.

Saat itu menjadi nyata, ternyata ada banyak hal yang tadinya menurutku fun, ternyata jadi hal yang membuat otak menjadi beku dan tidak bisa melanjutkan pekerjaan.

Saat ini, aku sedikit melakukan hal yang kemarin tak lakukan selama mengelola studio game, yaitu problem solving untuk semua masalah teknis.

Beberapa pekerjaan yang aku lakukan :

  1. Design System
  2. Bikin FrontEnd dengan bootstrap
  3. Desain visual kaya logo, ilustrasi, dan foto editing

Dan sedang berusaha untuk menjadi

  1. Content creator, sedang bikin script untuk beberapa konten sharing pengalaman jadi penulis, manager, director, dan CEO. Materi sih ada beberapa item seperti technical dan managerial matter, termasuk yang ini lagi aku cari benang merahnya adalah, gimana caranya bikin studio secara mandiri
  2. Tukang kayu, dalam beberapa hal, aku sering ingin membuat sesuatu yang ternyata belum ada di pasaran, dengan peralatan seadanya pengen bikin sendiri.

Apa beda bekerja dirumah dan bekerja di kantor ?

Selain lokasi, sebenarnya tidak ada bedanya, kerja dirumah justru butuh disiplin dan support lebih intens dari keluarga yang tinggal serumah. Terutama buat orang baperan kaya aku yang sering menaruh mood sebagai benang merah untuk membuat hal yang sifatnya kreatif dan tidak berwujud fisik.

Apa keuntungan bekerja dirumah ?

  1. Tidak perlu mengenakan kostum khusus, kamu bisa cuman pake kolor dan bau jigong untuk memulai pekerjaan
  2. Bisa menggabungkan pekerjaan rumah dengan pekerjaan profesional
  3. Jadwal fleksibel

Apa kerugian bekerja di rumah ?

  1. Dianggep pengangguran dan kadang ada isu punya pesugihan
  2. Keluarga sering lupa, bahwa ada saat kita harus berada di atmosfer kerja, hanya karena melihat cara kerja kita yang sering beda. kayak aku bisa aja sedang mengumpulkan mozaic ide untuk menyelesaikan pekerjaan dengan nonton youtube, dengerin musik, atau bahkan sedang main game.

Apa yang harus kita lakukan ?

  1. Membuat jadwal dan jam kerja
  2. Membangun space kerja untuk memberi tanda kepada anggota keluarga lain, bahwa kitas sedang “bekerja”
  3. Membuat list kegiatan disaat istirahat sebagai pelepas stress

Dilema apa yang sering aku hadapi ?

Saat harus berpikir kreatif dan membawa mood kerja agar bisa terselesaikan dengan cepat, tiba-tiba ada distraction yang melumpuhkan seluruh kemampuan kerja.

Kadang saat kita harus mengeluarkan rangkaian ide dalam otak ke dalam bentuk tulisan atau visual, hancur berantakan dan harus ditambah kejengkelan luar biasa karena harus mengumpulkan mozaic ide tersebut kedalam otak dan menuliskan atau menggambarkannya lagi.

Dalam satu waktu pernah kerjaan yang sebenernya bisa selesai dalam hitungan jam, ternyata butuh waktu berminggu-minggu karena repetisi breaking mood yang berulang tiap hari. Pernah juga kegiatan filtering data yang harus dilakukan semi manual, miss beberapa record karena distraksi yang tidak perlu, kenapa tidak perlu ? karena jika kegiatan itu diundur beberapa menit atau bahkan sehari, impactnya tidak terlalu besar, tetapi miss dalam melihat data beberapa baris untuk menentukan metode filtering untuk kebutuhan report, bisa jadi akan fatal dan harus mengulang banyak hal.

Apa yang harus dilakukan ?

Kesepakatan dengan anggota keluarga, bahwa kerja dirumah juga sama dengan kerja dimanapun, bahwa semua kegiatan harus dibuat jadwal dan disepakati, tidak bisa langsung eksekusi tanpa melihat urutan antrian kerjaan dan tingkat stressing pekerjaan.

About The Author

Part Timer tech freak, full timer dad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *