Sampah dan nostalgia

Beberapa hari ini aku sibuk bebenah, menyiapkan kamar kerja buat aku dan anak-anak, (yang berubah jadi gaming room) bongkar-bongkar kamar tamu untuk dijadikan mini library, menyiapkan mini server yang akan berfungsi sebagai digital library. Disela segala kesibukan yang unfaedah tersebut, efek samping dari mindah kamar, mendekorasi ulang dll, berakibat pada ditemukan betapa banyaknya barang tidak berguna yang ternyata tersimpan, mulai kabel data berbentuk unyu-unyu, sampai tape mobil jadul yang sayang untuk dibuang.
Tanpa disadari aku ternyata susah untuk melepas barang-barang yang pernah membahagiakan aku. banyak barang-barang yang seharusnya sudah tidak berguna buat aku, namun masih aku simpan, dan dibiarkan rusak.
Dalam jeda kegiatan profesional, kegiatan personal kita sering juga nyampah tidak berguna dengan menceritakan kisah indah kita sebagai profesional, yang seringkali juga sangat kontraproduktif dibanding kegiatan lain, bahkan menghambat kita untuk maju dan segera bergerak. Dalam kehidupan nyata, kita seringkali menemukan orang-orang yang post power syndrome karena terkenang masa-masa dia “berkuasa” atau kesewenang-wenangan yang dilakukan karena dihantui oleh kisah masa lalu yang sering diabaikan dan dibully di lingkungan kerja.
Membuang dan melupakan pengalaman hidup juga merupakan hal yang sia-sia dan bodoh, karena diluar sana banyak yang akan rela membaca dan mendengarkan pengalamnan pahit dan manis yang ada dalam hidup kita agar kita bisa mengantisipasi.
On Going project, mengumpulkan sampah-sampah hidup dan menuliskannya agar bisa jadi bahan pertimbangan kaum muda yang nantinya akan mengalami atau bersinggungan dengan pengalaman hidup yang mirip dengan pengalaman hidup mereka

About The Author

Part Timer tech freak, full timer dad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *